Thursday, July 17, 2008

Puisi 1


Mesin hemodiaisis

denyutan salur
membawa cairan darahku
melingkari mesin diaisis
pergi dan kembali menyingkirkan
racun dan kotoran tubuh

aku hanya mampu berbaring
melihat seakan bayang-bayang maut
bermain-main di antara salur-salur darah
menyusuri urat nadi ke jantungku

hitam pekat darah merahku
mengalir hanyir kehitaman
tak pernah ku sedari
dibalik salur nadi
bertakung nyawa dalam jasadku
berpadu dalam pekat warna merahnya

aku terus terpaku disini
terbelenggu dalam lingkaran salur darahku
bertemankan sebuah mesin dialisis
yang diam dan sabar merawati

Sa’don Suraji
Pusat Dialisis Selayang
2 Ogos 06

No comments: